Puisi ::Sahabat::

On Minggu, 27 Februari 2011 0 komentar

Puisi ke dua gue hadir. Yeeyy, akhirnya bisa juga nulis puisi lagi. mau nulis cerpen lagi nggak ada ide. Puisi ini gue dedikasikan buat semua sahabat gue, baik di sekolah, di RISE, di Alvinoszta, di Smashblast, dan di manapun kalian berada. Selamat membaca, semoga suka



Sahabat
Dulu kau selalu ada untukku
Dulu kita selalu menghabiskan waktu bersama
Melewati hari dengan segala kegilaan serta kekonyolan

Sahabat
Kau yang selalu mengerti peraaanku
Kau yang selalu menghapus air mata yang mengalir di pipiku
Kau yang selalu berhasil membuatku bangkit ketika ku terjatuh

Sahabat
Dia menopangku ketika ku rapuh
Dia memberikan warna dalam hidupku
Dan membuat ku merasa lebih berarti

Namun kini,
Kemana dirimu wahai sahabatku
Kini kau pergi meninggalkanku sendiri

Kini
Tak ada lagi yang mau menghapus air mataku
Tak ada lagi yang menahanku agar tak terjatuh

Tahukah kau,
Aku lemah tanpa sosok dirimu disisiku
Tak ada lagi tempatku buat berbagi cerita
Tak ada lagi sosok yang selalu menghiburku saat ku sedih

Sahabatku
Suka duka telah kita lalui bersama
Tawa tangis tlah kita lewati berdua

Sahabat
Apakah kan kudapat sosok sepertimu???
Akankah sosokmu dapat hadir kembali dalam kehidupanku

Aku kan selalu menanti kedatanganmu
Wahai sahabatku......


inspirated: My close friend as My “First Love”


Read more ...»

Cinta Pertamaku ::Curhat-part1::

On Jumat, 18 Februari 2011 0 komentar

Hai, I'm come back again. setelah lama nggak posting, aku kembali posting sebuah karya pribadiku. namun kali ini aku bukan posting cerpen, kali ini aku mau posting sebuah puisi berdasarkan kisah cinta pertamaku #ceeii lah, apadah bahasa gue#. yaudah deh, dari pada kebanyakan cerita, capcus nek....



CINTA PERTAMAKU

Dia yang selalu nyata di khayalku
Namun tak pernah ada di nyataku

Dia yang selalu hadir di mimpiku
Namun tak pernah muncul di kehidupanku

Dia yang namanya selalu ada disetiap lembar diaryku
Namun tak tertulis di salah satu lembar kisah hidupku

Dia yang selalu ku jaga di saat dia terlelap
Namun tak pernah menjagaku di saat ku terjaga

Dia yang selalu membuatku merasa bahagia dengan tersenyum
Walau senyum itu bukan ditujukan untukku

Dia yang hanya dapat kau pandangi pada selembar kertas
Namun dia terlihat nyata dimataku

Apakah dia tau,
Bahwa tiap malam ku selalu memikirkannya

Apakah dia mendengar
Bahwa ku selalu meyebut namanya sesaat sebelum ku terlelap

Saat ia membuat sebuah pilihan
Sehingga membuatku sakit

Aku tetap berusaha tersenyum
Semata untuk memberi suport padanya

Namun hati kecilku tidak bisa berbohong
Hati kecilku berontak, seakan menertawakan senyumku

Marah....
Itu yang kurasakan saat melihatnya tersakiti
Tersakiti oleh apa yang telah menjadi pilihannya
Sehingga membuatnya menangis

Saat itu ingin aku ada disisinya
Menghapus air mata yang mengalir dari mata indahnya
Dan membuat ia mampu tersenyum kembali

Hanya satu inginku
Hanya satu pintaku

Aku hanya ingin dia tau
Bahwa aku sangat mencintainya

Aku tidak mengharapkan balasan atas perasaanku
Karena aku menyadari posisiku di hatinya

Aku hanya seorang sahabat buatnya
Dan status itu tak akan pernah berubah

Aku tau itu ketika kita terlibat perdebatan tentang arti sahabat
Menurutnya seorang sahabat akan selalu ada disaat kita butuh
Sahabat yang selalu menghapus air mata kita saat kita tersakiti
Sahabat yang selalu siap dijadikan sandaran saat kita rapuh
Sahabat yang selalu membuatnya tetap berdiri saat kita merasa lemah

Dan seperti itu lah aku dimatanya
Hanya sebatas sahabat

Namun apakah kata itu masih mencerminkan diriku??
Aku sendiri tak tahu

Kurasa tidak
Karena pernah sekali aku berpapasan dengannya
Namun ia sama sekali tidak menoleh ke arahku
Malah cenderung membuang muka

Sakit...
Itu yang kurasakaan saat itu

Sosok yang dulu begitu mengagung-agungkan sebuah persahabatan
Bisa bersikap demikian dengan sahabatnya

Hampir 3 tahun aku lost contact sama dia
Pernah aku berusaha mencari nomor telp nya

Berhasil...
Namun itu hanya bertahan 1 bulan,
Dan kami kembali lost contact.

Aku tak tau
Gimana kabar dia sekarang??

Jika kau tanya apakah perasaanku terhadapnya masih sama
Jawabannya “YA” perasaan itu masih ada

Kalian boleh bilang kalau aku gila
Atau apa namanya

Namun itu yang kurasakan
Aku terlalu mencintainya
Bagiku kehadirannya merupakan penyemangatku

Entah sampai kapan akan ku jaga perasaan ini
Perasaan yang tak akan pernah terbalas

Sengaja aku tak menyebut namanya
Karena aku hanya ingin menyimpan namanya dihatiku

Aku sayang kamu
Aku cinta kamu
Cinta Pertamaku


Read more ...»